Rabu, 13 Januari 2016

RUKUN IMAN DAN RUKUN ISLAM BESERTA PENJELASANNYA

RUKUN IMAN DAN PEJELASANNYA



1. Rukun Iman kepada Allah

Tidaklah ada seseorang mengatakan beriman kepada Allah sampai dia mengimani 4 perkara yakni:

– Mengimani bahwa adanya Allah Swt
– Mengimani rububiah Allah, bahwa tidak ada lagi yang menguasai, mengatur dan mencipta alam semesta terkecuali Allah
– Mengimani pada uluhiah Allah bahwa tak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah dan meniadakan segala sesembahan selain Allah Swt.
– Mengimani untuk semua dan segala sifat Allah yang Allah sudah tetapkan untuk diriNya dan yang Nabi Muhammad Saw yang telah tetapkan untuk Allah, serta selalu menjauhi Tahrif, takyif, tamtsil dan tathil.

2. Rukun Iman kepada Para Malaikat

Adapun maksud kita wajib untuk membenarkan bahwa para malaikat tersebut memiliki wujudnya dimana Allah Swt telah menciptakan mereka dari cahayaNya. Mereka ialah makhluk dan hamba Allah yang senantiasa patuh dan beribadah selalu kepadaNya. Allah Swt berfirman:
Artinya: “Dan malaikkat-malaikat yang di sisiNya, merekka tiada memiliki rasa anggkuh untuk menyyembahNya dan tiada (pula) merassa letih. mereka sellalu bertasbih malam dan sianng tiada henti-henttinya” (QS. Al-Anbiya: 19-20)
Kita mesti wajib untuk mengimani secara rinci pada setiap malaikat yang kita sudah ketahui namanya semisal Jibril, Mikail dan Israil. Adapun yang kita tak ketahui namanya maka kita mengimani hal tersebut secara universal. Diantara bentuk beriman kepada mereka ialah mengimani pada setiap tugas dan amalan mereka yang tersebut didalam Al-Quran dan hadits yang sahih, semisal mengantar wahyu, mencabut nyawa, menurunkan hujan dan seterusnya.

3. Rukun Iman kepada kitab-kitab Allah

Kita mengimani bahwa untuk seluruh kitab Allah ialah kalamNya, dan kalamullah itu bukanlah makhluk karena kalam merupakan sebuah sifat Allah dan sifat Allah itu bukanlah makhluk
Kita juga mesti wajib dalam mengimani secara merinci untuk semua kita yang namanya telah disebutkan didalam Al-Quran semisal taurat, injil, zabur, suhhuf ibrahim dan suhhuf musa. Sementara yang tak kita ketahui tentang namanya maka kita hanya bisa mengimaninya secara universal bahwa Allaw Swt memiliki kitab lain selain daripada apa yang telah diterangkan untuk kita. Secara khusus mengenai Al-Quran bahwa kita hanya wajib mengimani bahwa dia adalah penghapus hukum dari semua kitab suci yang telah turun sebelumnya. Sesuai dengan firman Allah Swt:
Artinya: “Dan kami telah turrunkan kepadamu Al-Quran dengan memmbawa kebennaran, membenarkan apa yangg sebelumnya, yaitu kitab-kittab (yang diturunkan sebellumnya) dan batu ujian terhaddap kitab-kittab yang lain itu.”(QS Al-Maidah:48).

4. Rukun Iman kepada para nabi dan rasul Allah

Penjelasan tentang rukun iman yang keempat yakni mengajak kita untuk mengimani bahwa terdapat diantara laki-laki yang ada dikalangan manusia yang telah dipilih oleh Allah Swt menjadi perantara untuk diri-Nya bersama dengan para makhluknya. Namun, mereka semua tetaplah menjadi manusia biasa yang sama sekali tidak memiliki sifat-sifat dan hak-hak persoalan ketuhanan, karenanya dengan menyembah para nabi dan rasul ialah kebatilan yang nyata.
Wajib mengimani berarti semua wahyu nabi dan rasul tersebut itu benar dan memiliki sumber dari Allah Swt. Karena itu siapa saja yang telah mendustakan kenabian dari salah seorang diantara mereka maka itu sama saja bahwa dia telah mendustakan semua nabi yang lainnya. Karena itu Allah Swt mengafirkan nasrani dan yahudi tatkala tidak mengimani kepada Nabi Muhammad aw dan Allah telah mendustakan untuk keimanan mereka kepada Isa dan Musa As, karena itu mereka tak beriman kepada Nabi Muhammad Saw.
Juga wajib untuk mengimani secara merinci pada setiap nabi dan rasul yang telah kita ketahui namanya. Sementara yang tak kita ketahui mengenai namanya maka kita mesti wajib untuk mengimaninya secara menyeluruh. Seperti Firman Allah Swt:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimanna Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan Nabi-nabi yang kemmudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Ya’qub dan anak cuccunya, ‘Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud” (QS. An Nisa:163).
Dan sesunggguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang kami ceritakan kepadamu dan diantara mereka ada (pula) yang tiddak Kami Ceritakan kepadamu” (QS. Mu’min:78).

5. Rukun Iman kepada Hari Akhir

Disebut sebagai hari akhir sebab dia merupakan hari terakhir untuk dunia ini, tak ada lagi untuk hari esok. Hari akhir merupakan hari dimana Allah Swt telah mewakafkan untuk seluruh makhluk yang masih hidup pada saat itu kecuali yang Allah perkecuallikan, lalu mereka semua akan dibangkitkan untuk bisa mempertanggungjawabkan amalan yang telah mereka lakukan. Allah Swt berfirman:
” sebaggaimanan Kami telah memmulai penciptaan perrtama begitulah Kammi akan mengulangiinya, janji dari Kami, sesunggguhnya Kami passti akan melakukannnya.” (QS. Al-Anbiya: 104)
“Maka demmi Tuhanmu, merreka (pada hakekatnya) tidak berriman hinggga mereka menjjadikan kamu hakkim terhadap perkara yangg merekka perselisihkkan, kemudian merreka tidak merassa dalam hati merreka sesuatu keberratan terhaddap putussan yang kammu berikan, dan merreka menerimma dengan sepennuhnya.” (QS. An Nisa:65)
Inilah makna dari rukun iman Hari Akhir secara khusus, meskipun pada dasarnya bahwa beriman kepada hari akhir itu meliputi 3 perkara, dimana siapa saja yang akan mengingkari salah satunya maka pada hakikatnya dia tak beriman untuk hari akhir. Ketiga perkara tersebut adalah:
– Mengimani untuk semua yang akan terjadi di Alam Barzakh yakni alam diantara akhirat dan dunia berupa fitnah kubur oleh 2 malaikat, nikkmat kubur untuk yang lulus dari fittnah, dan siksa kubur untuk mereka yang tidak selamat darinya.
– Mengimani untuk tanda-tandda hari kiamat, baik itu tanda-tanda kecil yang jumlahnya pulluhan, maupun tanda-tandda besar yang para ulama sebuttkan jumlahnya ada 10 yang diantaranya: munculnya seorang imam Mahdi, keluarrnya Dajjal, turrunnya nabi Isa As, keluarrnya Ya’juj dan Ma’jun dan seterrusnya sampai terbitnya matahhari dari sebelah barat.
– Mengimani untuk semua yang akan terjadi sesudah kebangkitan. Dan kejadian tersebut jika mau disistematiskan yakni: kebangkitan lalu berdiri di area padang mahsyar, kemudian telaga, lalu di hisab atau (tanya jawab dan pembagian kitab), mizan atau (penimbangan amalan), sirath, nerraka, qintharah atau (titian kedua sesudah shirath), dan yang terakhir ialah surga.

6. Rukun iman kepada takdir yang baik dan yang buruk.

Maksudnya disini bahwa kita wajib untuk mengimani bahwa semua yang telah Allah Takdirkan, apakah itu kejadiannya baik dan buruk maka itu semual bersumber dari Allah Swt. Beriman kepada takdir Allah tersebut tidak teranggap sempurna sampai mengimani 4 perkara.
– Mengimani bahwa memang Allah Swt mengimani segala sesuatu tentang kejadian, yang buruk maupun baik. Bahwa Allah telah mengetahui segala kejadian yang sudah berlalu, yang sedang terjadi, dan yang belum terjadi, serta semua kejadian yang tak terjadi seandainya terjadi maka Allah mengetahuinya bagaimana itu terjadi.
Allah Swt berfirman:
Agar kamu menggetahui bahwasannya Allah Maha Kuasa atas seggala sesuatu, dan sesungguhnnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputti segala sesuatu” (QS Ath-Thalaq:12)
– Mengimani bahwa Allah Swt sudah menuliskan segala takdir dari makhluk yang ada di lauh al-Mahfuzh, 50 ribu tahun sebelumnya dia mencipptakan bumi dan langit.
Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash Ra dia telah berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda:
Allah telah menuliskan takdir bagi semua makhluk 50.000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi” (HR. Muslim No.4797).
– Mengimani bahwa tak ada satupun gerakkan dan diammnya makhluk dilangit, dibumi dan diseluruh allam semesta kecuali semuanya baru terjadi sesudah Allah menghendaki. Tidakklah makhhluk bergerrak kecualli dengan kehenndak dan izinNya, sebaggaimana tidaklah merreka diam dan tidakk bergerak keccuali sesudah ada kehenda dan izzin dari-Nya.
Allah Swt berfirman yang berarti “Dan Kammu tidak dappat menghendakki (mengerjakan sesuatu) keccuali apabila dikehhendaki Allah, Tuhan semesta allam” (QS. At-Takwir:29)
– Mengimani bahwa untuk seluruh makhluk itu tanpa terkecuali, zat mereka beserta untuk seluruh sifat dan perbuatan mereka ialah makhluk ciptaan Allah Swt.

RUKUN ISLAM DAN PENJELASANNYA

1. Rukun Islam: mengucapkan dua kalimat syahadat

Asyhadu alla ilaha illallah wa Asyhadu anna Muhammaddarrasuulullahh.
Berarti: “Aku berssaksi Tiada Tuhan yang berhhak disembah selain Allah dan aku bersakksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.
dalam kalimat syahadat ini menggambarkan bahwa kita sebagai hamba mesti melakukan pernyataan atas dirinya sendiri bahwa secara totalitas kediriannya adalah untuk Allah dan Rasullnya. Kata “Bersaksi” dalam kalimat tersebut menegaskan bahwa kita hammba Allah, karena dalam surat Al-Araf 172 (Bukankah aku Tuhanmu, benar engkau Tuhan kami) menjelaskan bahwa sebelum kita lahir kita sudah melakukan persaksian kepada Allah Swt, sehingga ketika kita telah lahir maka kita mesti mengaktualkan kalimat syahadat tersebut. Begitupun dengan kata “Muhammad” itu menjelaskan bahwa sebenarnya bukan Muhammad secara khusus akan tetapi untuk seluruh pembawa kebenaran, yang terpuji.

2. Rukun Iman mendirikan Sholat

Sebagai umat islam tentunya kita berkewajiban dalam mendirikan Sholat sehari dan semalam dengan 5 waktu, yang dimulai dari sholat subuh, zuhur, ashar, magrib dan Isya. Sholat mempunyai kedudukan yang agung didalam Islam, hal tersebut dapat kita melihat dari adanya keutamaan Sholat tersebut yaitu sebagai berikut:
Dari segi bahwa Shalat itu berarti “Doa”. Seperti firman Allah Swt
Dan mendoalah unttuk mereka. Sesungguhnya doa kammu itu (menjadi) ketentteraman jiwa baggi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. At Taubah:103).
– Sholat ialah kewajiban yang paling utama sesudah dua kalimat syadat dan merupakan menjadi salah satu rukun Islam.
– Sholat itu merupakan pembeda antara kafir dan muslim
Nabi Muhammad Saw pernah bersabda bahwa “Sesungguhnya battasan antara seseorang denggan kekafiran dan kesyirrikan adlaah shalat. Barangsiapa menginggalkann shalat, maka ia kaffir” (HR Muslim).
– Sholat merupakan tiang agama dan agama seseorrang tidak teggak kecuali dengan menegakkan sholat.
– Amalan yang perttama kali akan dihissab pada hari kiammat.
Nabi Muhammad Saw bersabda bahwa “Sesungguhnya ammal hamba yang pertamma kali akan dihisab padda hari kiammat adalah shallatnya. Jika shalatnya baik maka dia akan memperoleh keselamatan dan keberuntungan. Jika sholatnya rusak maka dia akan merugi dan menyesal. Kalau ada yang kurang darri shala wajibnya, Allah Swt mengatakan “lihatlah apakah pada hamba tersebut mempunyai amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan bisa menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu pun juga amalan lainnya seperti itu.” Dalam riwayat lainnya, “Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalann lainnya akan dihissab seperti itu pula” (HR Abu Daud)

3. Rukun Islam : Membayar zakat

Jika kita melihat dari bahasanya, kata “zakat” itu berasal dari “zaka” yang berarti bentuk mashdar yang memiliki arti: Tumbuh, suci, baik, bersih dan berkah. Zakat menurut dari istilah (syara’) berarti sesuatu yang wajib hukumnya diberikan dari sekumpulan harta benda tertentu, menurut ukuran dan sifat tertentu kepada golongan tertentu yang berhak untuk menerimanya dengan memiliki syarat tertentu pula.
Allah sudah memerintahkan pada setiap muslim yang mempunya harta mencapai nisab untuk bisa mengeluarkan zakat hartanya pada setiap tahun. Ia berikan kepada yang memang berhak untuk menerimanya dari golongan fakir serta selain mereka yang zakat bisa diserahkan untuk mereka sebagaiman firman Allah Swt:
“Dan dirrikanlah shalat, tunaikannlah zakat dan ruku’lah beserrta orang-orang yanng ruku'”(QS. Al Baqarah:43)
“Ambillah Zakat darri sebaggian harrta mereka, dengan zakkat itu kammu membersihhkan dan mensuccikan mereka”(At. taubah: 103)

4.Rukun Islam: Puasa

Menurut dari syariat islam bahwa puasa Ramadhan berarti menahan diri dari minum dan makan serta apa perbuatan yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, dengan syarat tertentu, untuk bisa meningkatkan ketakwaan seorang muslim, Allah Berfirman:
Hai orrang-orang yang berimann, diwajjibkan atas kammu berpuasa sebaggaimana diwajibbkan atas orrang-orrang sebelum kammu agar kammu bertakwa” (Surat Al Baqarah:183).
Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam. (QS Al baqarah:187)

5. Rukun Islam: Naik Haji bagi orang yang mampu

Untuk rukun islam yang kelima ini, Allah telah mewajibkan pada setiap hambanya untuk bisa berHaji ke Baitullah mekkah sekali dalam seumur hidupnya.
Adapun pengertian Haji ialah berkunjung ke Baitullah Mekkah untuk dapat melakukan tawaf, Sa’i, wukuff di Araffah dan menjalankan amallan-amalan yang lainnya daam waktu tertentu untuk bisa memperoleh keridaan Allah Swt.
Adapun untuk syarat-syarat Haji terdapat 5 perkara yakni Islam, Baligh, berakal sehat Merdeka dan Mampu.

Senin, 11 Januari 2016

DASAR DASAR AQIDAH AGAMA ISLAM


Dasar dari akidah Islam adalah al-Qur’an dan Hadits. Al-Qur’an dan Hadits/Sunnah Rasul merupakan dua perkara yang diwariskan kepada umat Islam oleh Nabi Muhamad SAW, untuk dijadikan pedoman hidup umat Islam dalam kehidupan sehari-hari, dalam segala tingkah laku dan perbuatan.
Adapun penjelasan dari masing-masing dasar aqidah Islam tersebut adalah sebagai berikut;
1.    Al-Qur’an
Al-Qur'an adalah firman Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril. Al-Qur’an merupakan dasar pokok akidah Islam yang paling utama. Al-Qur’an menjelaskan tentang segala hal yang ada di alam semesta ini, dari yang jelas sampai hal yang ghaib termasuk masalah-masalah yang berkaitan dengan ajaran pokok tentang keyakinan dan keimanan. Sedangkan dasar-dasar akidah yang harus diimani oleh setiap muslim di antaranya QS an-Nisa/4 : 136

Artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”. (QS. An- Nisa / 4 :136)
2.          Al-Hadits
Hadits adalah segala ucapan, perbuatan dan takrir (sikap diam) Nabi Muhammad SAW. Dalam agama Islam, ditegaskan bahwa hadits adalah hukum Islam kedua setelah Al-Qur'an, baik sebagai sumber hukum dalam akidah ataupun dalam segala persoalan hidup manusia. Hadits memiliki fungsi sebagai pedoman yang menjelaskan masalah-masalah yang ditetapkan di dalam al-Qur’an yang masih bersifat umum.
Setidaknya ada dua alasan bahwa Hadits merupakan pedoman akidah Islam, yaitu :
a.       Hadits yang bersumber dari Nabi Muhamad SAW, tidaklah semata-mata keluar dari hawa nafsu. Akan tetapi semata-mata berasal dari wahyu Allah SWT Sebagaimana ditegaskan QS. an-Najm/53 :3-5.

Artinya :
“Dan tidaklah mengucapkan dari hawa nafsu. Tetapi yang diucapkan tidak lain hanya dari wahyu yang diwahyukan. Yang diajarkan kepadanya oleh Jibril yang sangat kuat”. ( QS. An Najm/53 : 3 – 5 ).
Ayat tersebut berisi peringatan keras kepada orang-orang yang masih meragukan kebenaran Islam yang beliau sampaikan. Dengan adanya ayat tersebut, manusia diharapkan untuk memercayai dengan sepenuh hati bahwa apa-apa yang diucapkan oleh Rasulullah SAW benar-benar berasal dari Allah SWT, bahwa Rasulullah SAW memiliki sifat shidiq (benar).
b.      Allah SWT telah memberi petunjuk kepada manusia agar mengakui kebenaran yang disampaikan Rasulullah SAW. Sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. Al-Hasyr/59: 7 yang artinya:

“…apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya”
Apa-apa yang disampaikan Rasulullah SAW. kepada manusia adalah petunjuk hidup dari Allah SWT. Termasuk akidah Islam. Oleh karena itu, setiap setiap orang yang mengaku beriman kepada Rasul wajib mengikuti akidah yang diajarkan Rasulullah SAW.
c.       Banyak Hadits yang menjelaskan maksud beberapa ayat Al-qur'an yang masih bersifat global, termasuk masalah akidah Islam. Contohnya Allah swt berfirman sebagai berikut:
Artinya:
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun …” (Q.S. An-Nisa'/4: 36)
Ayat diatas berisi perintah untuk menyembah Allah saja dan larangan menyekutukan Dia dengan apa pun, tetapi tidak dijelaskan bagaimana cara menyembah Allah dan bagaimana pula sikap yang tidak tergolong mempersekutukan Dia.
Tata cara menyembah Allah dan bentuk-bentuk perbuatan menyekutukan Allah dapat dipahami melalui hadits Nabi Muhammad SAW. Oleh sebab itu, hadits dapat memperjelas maksud ayat Al-Qur'an.
Di dalam hadits disebutkan bahwa bentuk-bentuk menyekutukan Allah, antara lain memuja patung, minta tolong kepada roh nenek moyang, dan membuat sesaji untuk jin dan setan.



SUMBER:https://muslim.or.id/10096-pelajaran-dasar-agama-islam.html

Jumat, 08 Januari 2016

APA ITU ISLAM ???


Islam merupakan agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai agama penutup dan petunjuk hidup manusia hingga akhir zaman. Secara harfiah Islam berarti selamat, damai, dan bersih



Allah Swt telah menyempurnakan agama Islam bagi hamba-hambaNya. Dengan Islam juga Allah menyempurnakan nikmatNya untuk mereka. Allah hanya meridoi islam sebagai agama yang harus di peluk. Oleh karena itu tidak ada satupun agama yang diterima, kecuali Islam.

Allah Swt berfirman:

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيماً
“Muhammad itu bukanlah seorang ayah dari salah seorang lelaki diantara kalian, akan tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para Nabi.” (QS. Al Ahzab: 40)

Allah Swt berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً
“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku pun telah ridha Islam menjadi agama bagi kalian.” (QS. Al Maa’idah: 3)

Allah Swt berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ
“Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19)

Allah Swt berfirman:

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya dan di akhirat nanti dia akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Ali ‘Imran: 85)

Allah ta’ala mewajibkan kepada seluruh umat manusia untuk beragama demi Allah dengan memeluk agama ini. Allah berfirman kepada Rasulullah Saw,

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعاً الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِـي وَيُمِيتُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
“Katakanlah: Wahai umat manusia, sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah bagi kalian semua, Dialah Dzat yang memiliki kekuasaan langit dan bumi, tidak ada sesembahan yang haq selain Dia, Dia lah yang menghidupkan dan mematikan. Maka berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya seorang Nabi yang ummi (buta huruf) yang telah beriman kepada Allah serta kalimat-kalimat-Nya, dan ikutilah dia supaya kalian mendapatkan hidayah.” (QS. Al A’raaf: 158).

Di dalam Shahih Muslim terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan dari jalur Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah Saw. Beliau bersabda yang artinya, “Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangannya. Tidaklah ada seorang manusia dari umat ini yang mendengar kenabianku, baik yang beragama Yahudi maupun Nasrani lantas dia meninggal dalam keadaan tidak mau beriman dengan ajaran yang aku bawa melainkan dia pasti termasuk salah seorang penghuni neraka.”

Agama Islam ini telah merangkum semua bentuk ajaran  agama-agama sebelumnya. Agama Islam yang beliau bawa ini lebih istimewa dibandingkan agama-agama terdahulu karena Islam adalah ajaran yang bisa diterapkan di setiap masa, di setiap tempat dan di masyarakat manapun. Allah Swt berfirman kepada Rasulullah Saw :

وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِناً
“Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab dengan benar sebagai pembenar kitab-kitab yang terdahulu serta batu ujian atasnya.” (QS. Al Maa’idah: 48)

Agama Islam adalah agama yang benar. Sebuah agama yang mendapatkan jaminan pertolongan dan kemenangan dari Allah Swt bagi siapa saja yang berpegang teguh dengannya dengan sebenar-benarnya. Allah Swt berfirman,

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
“Dia lah Zat yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa Petunjuk dan Agama yang benar untuk dimenangkan di atas seluruh agama-agama yang ada, meskipun orang-orang musyrik tidak menyukainya.” (QS. Ash Shaff: 9)

Allah Swt berfirman,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Allah benar-benar telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman serta beramal salih diantara kalian untuk menjadikan mereka berkuasa di atas muka bumi sebagaimana orang-orang sebelum mereka telah dijadikan berkuasa di atasnya. Dan Allah pasti akan meneguhkan bagi mereka agama mereka, sebuah agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka peluk. Dan Allah pasti akan menggantikan rasa takut yang sebelumnya menghinggapi mereka dengan rasa tenteram, mereka menyembah-Ku dan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Dan barangsiapa yang ingkar sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An Nuur: 55)
 Islam adalah ajaran yang sempurna, baik dilihat dari sisi aqidah maupun syariat yang diajarkan.

Demikian Semoga bermanfaat